Tentang Kami - Salaf Ittiba

Tentang Kami3 min read

by Salaf Ittiba

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Salafittiba.com adalah situs yang dikelola oleh Yayasan Syiar Sunnah Surabaya berusaha menyampaikan dakwah sunnah berdasarkan AL-Qur’an dan Hadist sesuai pemahaman para sahabat. Moto Salafittiba.com adalah “Menebar Sunnah, Mengapai Ridho Allah”.

Kami mengambil moto “Menebarkan Sunnah, Mengapai Ridho Allah” karena banyaknya kerancuan-kerancuan yang tersebar di kalangan masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta ini, tentang Aqidah Islamiyyah. Ibadah yang seharusnya dipersembahkan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala telah dipalingkan pada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Kesyirikan tersebar merajalela, sampai-sampai orang-orang yang telah dijuluki dengan sederetan titel dunia pun tidak luput dari virus yang sangat ganas ini. Masalah paling besar di balik itu semua adalah bahwa kesyirikan akan membuat pelakunya kekal selama-lamanya di dalam neraka. Hanya satu hal yang bisa mencegah itu semua yaitu dakwah dengan memurnikan aqidah, menjadikan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai satu-satunya sesembahan dan tidak memalingkan segala macam ibadah baik perbuatan anggota badan, lisan dan perbuatan hati pada selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Kami pun mengambil moto “Menebarkan Sunah, Mengapai Ridho Allah” karena merajalelanya berbagai macam ibadah yang tidak bersumber dari ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sekali lagi, hal itu tersebar di seluruh lapisan masyarakat yang tua maupun yang muda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingati umat islam tentang bahaya bid’ah, bahwasanya amal ibadah yang tidak dilakukan berdasarkan petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tertolak di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Para ulama pun telah memperingati bahaya bid’ah, bahkan mereka menyebutkan bahwa bid’ah lebih disukai oleh iblis dibandingkan kemaksiatan, karena pelaku bid’ah lebih sulit untuk bertaubat dibandingkan seorang maksiat. Hal ini terjadi karena pelaku bid’ah akan menganggap perbuatannya adalah kebaikan, akan tetapi pelaku maksiat sebaliknya menyadari bahwa dia melakukan perbuatan dosa.

Tersebarnya perbuatan bid’ah dengan merata ini semakin diperparah dengan hilangnya berbagai macam sunnah. Kaum muslimin sudah banyak yang meninggalkan sunnah Rasul mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan mencemooh orang-orang yang melaksanakan sunah. Berapa banyak kaum muslimin yang memelihara dan memanjangkan janggut karena mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berapa banyak pula kaum muslimin yang mencela orang-orang yang memelihara dan memanjangkan janggut. Demikianlah, hal ini sudah diperingatkan oleh para ulama salaf (ulama-ulama terdahulu) bahwa ketika bid’ah hidup pada suatu masa maka akan matilah satu sunnah yang serupa. Oleh karena itu kami menempuh jalan dakwah dengan menyebarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan tersebarnya sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan matinya bid’ah-bid’ah yang tersebar di kalangan manusia.

Website salafittiba.com telah memiliki badan hukum yang menginduk ke Yayasan Syiar Sunnah Surabaya yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 2020 pada kantor YUDI PRATAMA TARMANTO, S.H.,M.Kn dengan nomor akta pendirian 10. Badan hukum tersebut telah disahkan oleh SK.MENTERI HUKUM DAN HAM RI melalui keputusan menteri hukum dan HAM RI nomor AHU-0013775.AH.01.04.Th 2020 tentang pengesahan akta notaris Yayasan Syiar Sunnah Surabaya tertanggal 18 Agustus 2020.

TIM SALAFITTIBA.COM

Dalam mengelola sesuatu, tentunya dibutuhkan pengorganisasian yang jelas. Termasuk dalam hal mengelola situs ini, dalam pengelolaannya kami dibantu oleh beberapa orang tim sebagai berikut:

Pembina

Ustadz Gemma Ilhamy, M.Pd.I

Penanggung Jawab
Ridi Setyawan
(Ketua Yayasan Syiar Sunnah Surabaya)

Editor
Ma’i Suhartono, S.Tr


Teknis & Operasional
Dana Wahyu Dwi Saputra

Sosial Media
Dana Wahyu Dwi Saputra

Adit Budiman

Kanal-kanal media sosial salafittiba.com

Saran dan kritik para pembaca sekalian sangat kami harapkan, saran dan kritik dapat dikirimkan ke:

  1. Tim salafittiba.com d/a Jalan Medokan Asri Barat VI / J-30 Surabaya
  2. Kontak HP: +6282301149907
  3. E-mail: salaf.Ittiba@gmail.com

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh





Tentang Kami3 min read

by Salaf Ittiba

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Salafittiba.com adalah situs yang dikelola oleh Yayasan Syiar Sunnah Surabaya berusaha menyampaikan dakwah sunnah berdasarkan AL-Qur’an dan Hadist sesuai pemahaman para sahabat. Moto Salafittiba.com adalah “Menebar Sunnah, Mengapai Ridho Allah”.

Kami mengambil moto “Menebar Sunnah, Mengapai Ridho Allah” karena banyaknya kerancuan-kerancuan yang tersebar di kalangan masyarakat, khususnya di negeri kita tercinta ini, tentang Aqidah Islamiyyah. Ibadah yang seharusnya dipersembahkan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala telah dipalingkan pada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Kesyirikan tersebar merajalela, sampai-sampai orang-orang yang telah dijuluki dengan sederetan titel dunia pun tidak luput dari virus yang sangat ganas ini. Masalah paling besar di balik itu semua adalah bahwa kesyirikan akan membuat pelakunya kekal selama-lamanya di dalam neraka. Hanya satu hal yang bisa mencegah itu semua yaitu dakwah dengan memurnikan aqidah, menjadikan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai satu-satunya sesembahan dan tidak memalingkan segala macam ibadah baik perbuatan anggota badan, lisan dan perbuatan hati pada selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Kami pun mengambil moto “Menebar Sunnah, Mengapai Ridho Allah” karena merajalelanya berbagai macam ibadah yang tidak bersumber dari ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sekali lagi, hal itu tersebar di seluruh lapisan masyarakat yang tua maupun yang muda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingati umat islam tentang bahaya bid’ah, bahwasanya amal ibadah yang tidak dilakukan berdasarkan petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tertolak di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Para ulama pun telah memperingati bahaya bid’ah, bahkan mereka menyebutkan bahwa bid’ah lebih disukai oleh iblis dibandingkan kemaksiatan, karena pelaku bid’ah lebih sulit untuk bertaubat dibandingkan seorang maksiat. Hal ini terjadi karena pelaku bid’ah akan menganggap perbuatannya adalah kebaikan, akan tetapi pelaku maksiat sebaliknya menyadari bahwa dia melakukan perbuatan dosa.

Tersebarnya perbuatan bid’ah dengan merata ini semakin diperparah dengan hilangnya berbagai macam sunnah. Kaum muslimin sudah banyak yang meninggalkan sunnah Rasul mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan mencemooh orang-orang yang melaksanakan sunah. Berapa banyak kaum muslimin yang memelihara dan memanjangkan janggut karena mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berapa banyak pula kaum muslimin yang mencela orang-orang yang memelihara dan memanjangkan janggut. Demikianlah, hal ini sudah diperingatkan oleh para ulama salaf (ulama-ulama terdahulu) bahwa ketika bid’ah hidup pada suatu masa maka akan matilah satu sunnah yang serupa. Oleh karena itu kami menempuh jalan dakwah dengan menyebarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan tersebarnya sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan matinya bid’ah-bid’ah yang tersebar di kalangan manusia.

Website salafittiba.com telah memiliki badan hukum yang menginduk ke Yayasan Syiar Sunnah Surabaya yang didirikan pada tanggal 18 Agustus 2020 pada kantor YUDI PRATAMA TARMANTO, S.H.,M.Kn dengan nomor akta pendirian 10. Badan hukum tersebut telah disahkan oleh SK.MENTERI HUKUM DAN HAM RI melalui keputusan menteri hukum dan HAM RI nomor AHU-0013775.AH.01.04.Th 2020 tentang pengesahan akta notaris Yayasan Syiar Sunnah Surabaya tertanggal 18 Agustus 2020.

Penanggung Jawab
Ridi Setyawan
(Ketua Yayasan Syiar Sunnah Surabaya)

Kanal-kanal media sosial salafittiba.com

Saran dan kritik para pembaca sekalian sangat kami harapkan, saran dan kritik dapat dikirimkan ke:

  1. Tim salafittiba.com d/a Jalan Medokan Asri Barat VI / J-30 Surabaya
  2. Kontak HP: 08785600590
  3. E-mail: salaf.Ittiba@gmail.com

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh