SELEKTIFLAH!

by Salaf Ittiba
SELEKTIFLAH!

📌 SELEKTIFLAH!

Berkata Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah :

إن الحديث الضعيف لم تثبت نسبته للرسول صلى الله عليه وسلم لوجود علة في سنده أو متنه، وإن أحدنا لو نزل للسوق ورأى لحما سمينا وضعيفا فيأخذ السمين، ويترك الضعيف، وقد أمرنا الإسلام أن نأخذ الذبيحة السمينة في الأضحية، ونترك الضعيفة الهزيلة، فكيف يجوز الأخذ بالحديث الضعيف في الدين، ولا سيما عند وجود الحديث الصحيح؟
(منهاج الفرقة الناجية والطائفة المنصورة، ١٣٤)

“Sesungguhnya hadits dho’if tidak sah penisbatan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dikarenakan adanya cacat dalam jalur periwayatannya atau redaksinya.

Jika kita pergi ke pasar kemudian melihat daging gemuk dan kurus maka kita akan mengambil yang gemuk dan meninggalkan yang kurus. Sungguh Islam juga telah memerintahkan kepada kita untuk memilih hewan sembelihan yang gemuk dalam berkurban dan meninggalkan yang kurus. Maka bagaimana mungkin kita diperbolehkan mengambil hadits dho’if¹ dalam agama sedangkan ada hadits yang shohih?”


¹ Contoh lain yang serupa dalam perkara agama; Seperti sebagian orang yang menisbatkan kepada ahlus sunnah wal jama’ah namun dalam menimba ilmu mereka tidak memilah guru atau ustadz yang akan belajar ilmu kepadanya sebagaimana nasehat ulama tabi’in, Imam Muhammad Ibnu Siirin rahimahullah berkata,

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذونه
(من أخبار السلف الصالح، ٥٩)

Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambilnya.

✍🏻 Ditulis oleh: Abdullah Bimo As-Sidarji hafidzahullah, 18 Rajab 1443 H

Related Posts

Leave a Comment

Yuk Berjuang Bersama Kami